Header Ads

Belajar Batik Pringgodani Desa Mojo



Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Ngawi memogramkan kegiatan berbentuk suatu pelatihan membatik kepada generasi muda usia 16 – 30 tahun. Dengan tujuan mendukung pengembangan budaya dan wisata kabupaten Ngawi.

Peggy Yudo Subekti,S.STP Kepala Bidang Pemuda dan Olah Raga Disparpora Ngawi yang didampingi Kasi Eko bersama tim melaksanakan pelatihan membatik pada tanggal 19-20 September 2017. Pelatihan diikuti oleh 40 orang peserta dari golongan karangtaruna pemuda desa. Peserta berasal dari desa se-kecamatan kabupaten Ngawi dan pelajar SLB. Pelatihan dialokasi langsung di tempat pembuatan batik Pringgodani di desa Mojo, Kecamatan Bringin Ngawi.

Insruktur Sukadi sekaligus sebagai pengusaha batik Pringgodani menyampaikan pada hari pertama materi awal untuk peserta pembatik adalah dasar yaitu dengan mencanting serapi mungki pada bahan diatas lembaran kertas.

Pada dasarnya inti pada bikin batik itu berupa garis-garis dan titik-titik yang menghasilkan sebuah gambar yang mempunyai makna. Gambar khas yang identik di wilayah kabupaten Ngawi daun jati, daun lamtoro, daun mangga, bambu, gading, tulang dan masih banyak lagi.

Untuk tahun ini bertambah pesat peminat dari pada peserta untuk mengikuti pelatihan batik, karena nilai batik tak pernah mati atau basi dengan hasil seperti apapun batik akan mempunyai lebih. Kare keterbatasan anggaran yang tersedia pelatihan bergilir untuk tahun depan.

Alasan meningkatnya peserta peminat pelatihan bisa didapatkan bermacam skill membatik yang sangat berkwalitas untuk menghadapi pasar bebas saat ini, selain itu masyarakat ada juga pertimbangan lain, biaya yang besar untuk mendapatkan berbagai ilmu kalau ditempuh dengan cara privat, itupun siswa tidak bisa banyak menuntut paket teori dan praktek yang diajarkan. Maka betapa pentingnya selain sarana juga instruktur profesionl yang bersertifikasi, oleh peserta untuk menambah pengetahuan atau teori secara langsung pada praktek.

Pada hari kedua praktek mewarnai langsung pada bahan dasar kain sudah bisa dilakukan oleh semua peserta, dan berlanjut pada proses water glas pengeringan mencanting blok dan penguncian serta pembilasan sampai finish perebusan hingga penjemuran batik siap pakai.

Dan mengakhiri kegiatan pembagian sertifikat dari tim terhadap peserta, sedikit disampaikan Kasi Pemuda dan Olah Raga Eko dengan penutupan kegiatan semoga pelatihan membatik bisa bermanfaat untuk munculnya embrio pembatik baru di home industri. Dan bisa mengembangkan di daerah masing-masing juga mendukung perekonomian.

Sumber : bisnissurabaya.com

No comments

Powered by Blogger.